Lewati navigasi

Ada persamaan yang menarik, antara penggiat “Mafia War” dan Pekerja “Mafia Hukum ” di Indonesia. Persamaannya adalah Pertama, mereka ada di mana-mana. dan setiap hari dipastikan berlangsung “transaksi” di antara para mafia. Kedua, dalam mafia war dikenal adanya Godfather, begitu juga dengan mafia hukum di Indonesia, Godfather dalam kamus mafia hukum di Indonesia sering dikenal sebagai “Yang Berkuasa”, “Aktor Intelektual”, “Dibelakang layar”, “Becking”, “Markus” dan lain sebagainya. Ketiga, Sebagaimana penggiat mafia war, pekerja mafia hukum di Indonesia juga mewajibkan dirinya untuk meng”upgrade” level, gelar keahliannya termasuk “defense dan attack”, hal tersebut penting karena mereka juga mesti pandai berurusan dan berkomunikasi dengan beragam kalangan dan situasi. Keempat, Dalam bermain “mafia war” dituntut adanya “jaringan mafia”, yang dalam bahasa para gamer MW apa yang sering disebut sebagai “add me” dan klan mafia. Nah, dalam fenomena mafia hukum di Indonesia, dapat dipastikan (meski sulit dibuktikan), mereka juga mempunyai jaringan yang teramat luas, personalnya bisa dari kalangan kroco dan jongos hingga kepada Politisi busuk, Polisi Kotor, Birokrat Korup, Hakim Hitam dan Jaksa Sampah. Mereka dipastikan mengorganisir dirinya dan organisasinya dengan sangat profesional. Kelima, Sebagaimana penggiat MW, mafia hukum di Indonesia juga mempunyai peraturan dan etika, dua diantaranya etika tutup mulut dan bagi rata. Hanya saja jika penggiat MW mesti mengumpulkan dollar, cuban pesos, rubles, maka mafia hukum di Indonesia cukup mengumpulkan rupiah saja, sementara dollar, cuban pesos dan rubles tidak perlu terlalu diburu secara serius, kecuali jika ada. hanya saja jika penggiat MW mengumpulkan property dan vehicles sebagai sesuatu yang “semu”, tidak demikian dengan para mafia hukum di Indonesia,bagi mereka “property dan vehicles” itu merupakan hal yang nyata dan berharga. property dan vehicles merupakan lambang keberhasilan dan kemakmuran. Keenam, Penggiat MW akan melindungi klannya dari setiap serangan, begitu juga dengan pekerja mafia hukum di Indonesia, mereka akan berusaha keras agar status quo tetap aman dan terkendali. Bila perlu mereka akan “mengatur” siapa pejabat-pejabat yang mesti duduk pada jabatan-jabatan tertentu, mengatur kebijakan-kebijakan dan hal-hal lain. Ketujuh, sebagaimana Mafia War yang memiliki Fight, Bounty dan Hitlist. Para mafia hukum di Indonesia juga akan menyerang siapapun yang di anggap sebagai “common enemy” dan pihak yang berseberangan. Kedelapan, sebagaimana penggiat mafia war bekerja menyelesaikan “job” demi job. Demikian pula Mafia Hukum Di Indonesia itu bekerja. Setiap menyelesaikan jobnya merekapun memperoleh experience. semakin tinggi levelnya semakin tinggi pula bayarannya. Pendek kata mafia war sesungguhnya merupakan sebuah basic theory, sementara mafia hukum di Indonesia adalah sebuah kerja konkrit. Meskipun banyak persamaannya, penting untuk di garisbawahi, penggiat mafia war di Indonesia dan Pekerja Mafia Hukum di Indonesia memiliki perbedaan yang sangat fundamental dalam dirinya. Penggiat mafia war di Indonesia, hanyalah sekumpulan “gamer addict” yang tidak sedikit diantaranya memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap nasib perjalanan bangsa ini kedepan. Sementara para pekerja mafia hukum di Indonesia, tidak lebih dari sekumpulan orang-orang keblinger yang dibutakan mata hatinya sebab harta dan kekuasaan, yang mesti segera di “Fight, Bounty atau hitlist” dengan cara apapun. sebab mereka para pekerja mafia hukum tidak layak untuk disebut sebagai warga negara, meski memiliki kedudukan terhormat di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.