Lewati navigasi

Arsip Tag: caleg

Pesona dan pusaran kekuasaan telah menghipnotis dan menyedot sejumlah anggota warga negara untuk kemudian bertarung dalam perhelatan politik 9 april yang lalu.

Sejumlah nama politisi dadakan pun muncul bak cendawan dimusim hujan, seiring bertambahnya jumlah partai peserta pemilu.

Politisi dadakan ini bertarung dengan politisi senior sebagaimana partai baru bergumul dengan partai dedengkot politik, yang selama ini menguasai sebagian besar parlemen dan turut serta dalam pemerintahan.

Politisi dadakan adalah politisi-politisi baru yang tiba-tiba mencuat kepermukaaan, mereka adalah politisi-politisi muda dengan nama-nama baru dan wajah-wajah baru. Sebagian kecil dari dari nama-nama dan wajah -wajah mereka telah akrab dengan mata dan telinga publik. Mereka muncul sebab sebuah peran yang selama ini mereka geluti, mereka biasanya dilahirkan dari dunia entertainment. Terpilih atau tidak bagi mereka bukanlah  persoalan besar, bagaimanapun mereka tetap menjadi public figure.

Sebagian lagi dari politisi dadakan ini lahir dari arus bawah, mereka terdiri dari beragam profesi, yang selama ini di anggap tabu untuk menduduki kursi parlemen, biasanya mereka merupakan orang –orang  yang mandiri dan cukup di kenal oleh masyarakat di mana mereka berdomisili. Obsesi mereka pun sederhana, slogan yang sering dikemukakan jika mereka terpilih adalah memperbaiki nasib masyarakat disekitarnya.

Dan yang terbesar dari porsi politisi dadakan ini adalah mereka yang tengah mengundi peruntungan nasib hidupnya. Politisi dadakan versi ini nekat maju sebagai politisi dengan bekal ala kadarnya. Emosi yang ala kadarnya, mental yang ala kadarnya juga sumber keuangan yang ala kadarnya. Kebanyakan dari mereka muncul disebabkan partai mereka membutuhkan mereka, agar partai mereka dapat  lolos verifikasi sebagai peserta pemilu atau bisa juga mereka adalah politisi-politisi dengan nomor urut ganda. politisi-politisi ini adalah politisi yang paling rentan di antara dua tipe politisi dadakan yang lain.

Dan politisi (baca:caleg) dadakan tipe terakhir ini, agaknya mulai banyak menampakkan dirinya di hadapan publik, muncul diikuti stress yang mulai mendera.

Di televisi aku melihat berita, ada politisi yang menggusur warga, ada politisi yang mengambil kembali televisi yang telah ia berikan kepada para tukang ojek, ada politisi yang mengambil kembali karpet yang sebelumnya telah ia berikan kepada sebuah majelis taklim, ada politisi yang kabur sebab warga sekitar menagih uang dan sembako yang pernah ia janjikan, jika warga tersebut memilih dirinya. Bahkan ada politisi yang kemudian meninggal dunia, sebab shock atau depresi karena perolehan suara untuk dirinya sangat mengecewakan. Nauzubillah min zalik…

politisi-politisi dadakan mulai stress…tingkah polanya menjadi tanda tanya…

Aku tak tahu apakah jumlahnya akan bertambah seiring terus masuknya data penghitungan perolehan suara secara manual?

Yang aku tahu..

Bukankah beberapa hari yang lalu dalam kampanye sebelum pencontrengan, mereka setiap politisi  telah berkoar-koar akan memperjuangan nasib rakyat, membela rakyat, mencintai rakyat  dan lain-lain sebagainya…

Tetapi…rasanya,  baru saja janji-janji  itu di lontarkan, para politisi-politisi itu belum lagi menjadi wakil rakyat, tetapi beberapa orang politisi  telah tega menyakiti hati rakyat..

Aku tercenung… sembari berdoa..

Smoga saja mereka yang nanti dilantik… bukan perampok uang rakyat.! 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.