Lewati navigasi

Arsip Tag: janji politisi

Bagaimana Menagih Janji Politisi?

Menjelang pemilu (caleg),  janji-janji politisi (caleg dan partai) marak bertebaran dimana-mana, persis poster, bendera, umbul-umbul, iklan dan semua media yang (mampu)mereka gunakan.  Bertebaran di mana-mana.

Janji para politisi memenuhi langit. Dan langit semakin sesak dengan sms dukung-mendukung seorang caleg atau partai tertentu.  Bersaing ketat dengan sms “ketik RAMAL spasi nama kamu, kirim ke bla bla bla bla”

Janji politisi merakyat. Kata-kata “rakyat” di obral dan laris manis bak es tebu yang ludes diserbu “rakyat” , yang kehausan diterik matahari kala mendengar orasi politik seorang politisi.

Salahkah politisi memberikan sebuah janji kepada khalayak?

Tidak!  tentu saja tidak! Memberikan janji adalah hak politisi.

Salahkah politisi jika tidak memenuhi janjinya kepada khalayak?

Tidak! Tentu saja tidak! Politisi tidak berkewajiban memenuhi janjinya?

Karena janji politik tidak tertulis.

Lebih tidak lagi, jika sang politisi terjungkal sebelum duduk dikursi.

Dan jikapun ia duduk di sana belum tentu ia memenuhi kewajibannya?

Lho, mengapa begitu?

Ya bisa saja, karena politisi bisa bilang, kalo ia tidak merasa pernah berjanji demikian. Lagi pula apakah setiap janji mesti ditepati?

 Atau politisi akan berkata seperti ini…”partai saya atau kami, merupakan minoritas, bukan mayoritas di DPR”.  “saya tidak dapat bekerja sendiri, DPR itu sifatnya kolektif”. “sudah menjadi mekanisme partai”. “kami tidak bisa berbuat banyak, kami hanya legislatif, persoalan yang anda kemukakan adalah wewenang eksekutif” . “kabinet sekarang adalah kabinet koalisi” “kita utamakan yang lebih utama untuk kepentingan bangsa dan negara” dan beberapa alasan lagi yang tentu saja dicari-cari.

Tetapi sekarang kan ada yang mengusung “kontrak politik”?

Oh ya ada, antara politisi sama partainya, tetapi bukan dengan anda kan?

Apakah semua politisi akan mengingkari janjinya?

Tentu saja tidak semua. Masih ada beberapa.

Siapakah politisi yang memenuhi janjinya dan berapa jumlahnya?

Tidak tahu.

Lho kog?

“Ya… itu dia masalahnya..” karena jika ada program yang berhasil ,mereka juga rame-rame mengklaim keberhasilan tersebut”. Para politisi akan segera memperpanjang barisan dalam program yang berhasil tersebut. Mereka juga akan segera melontarkan statement bahwa mereka juga turut andil dan berperan besar dalam program yang berhasil itu. J

“Lantas….”?

“Apanya”

“ Ya.. itu, bagaimana menagih janji para politisi?

Untuk menagih janji para politisi patut untuk diperbincangkan;

1.       Apakah anda anggota atau pengurus sebuah partai politik?

2.       Apakah anda anggota keluarga caleg?

3.       Apakah anda aktif dalam setiap kesempatan di dalam partai politik tersebut?

4.       Apakah anda aktif dalam setiap kesempatan bersama caleg?

5.       Apakah anda anggota/pengurus organisasi yang mendukung sebuah partai politik/caleg?

6.       Apakah organisasi yang anda ikuti yang mendukung partai politik/caleg itu berpengaruh luas?

7.       Apakah anda donatur kakap tetap sebuah partai politik/caleg?

8.       Apakah anda seorang pemilik massa yang riil dengan jumlah yang sangat signifikan untuk mendongkrak perolehan suara?

9.       Apakah anda merupakan tim sukses seorang caleg atau sebuah partai?

10.   Apakah politisi (partai atu caleg) itu datang menemui anda dan meminta persetujuan anda?

11.   Apakah anda  orang biasa seperti saya?

12.   Apakah anda, massa mengambang seperti saya?

13.   Apakah anda mencontreng mengandalkan emosional anda?

Ketigabelas pertanyaan diatas adalah pertanyaan mendasar untuk anda yang tengah membaca tulisan ini? Dan umum berlaku bagi semua orang yang disebut pemilih.

Pertanyaan diatas akan berkorelasi erat dengan persoalan “penagihan janji” tersebut.  

Dalam politik, menurut opiniku, yang dimaksud dengan “janji politisi” tidak lain dan tidak bukan adalah “kue kekuasaan”. Kue kekuasaan ini adalah nama lain dari “kesejahteraan dan kemakmuran rakyat”.

Nah, jika anda adalah seseorang yang memiliki point 1 hingga 10, besar kemungkinan anda dapat menagih janji para politisi, dan ikut menikmati kue kekuasaan tersebut.

Sudah menjadi kelaziman “kesejahteraan dan kemakmuran rakyat itu” akan diberikan terlebih dahulu kepada mereka yang berada dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Nah, jika anda adalah orang pada point 11 hingga 13, jangan berharap terlalu banyak dan marah-marah dengan janji-janji politisi. Remah-remah kue kekuasaan sudah cukuplah untuk kita “rakyat”. Bagaimanapun “kesejahteraan dan kemakmuran rakyat itu” masih bisa kita nikmati meskipun secara tidak langsung. J

Jadi, jika anda adalah orang pada point 11 hingga 13, Jangan berharap lebih kepada politisi, berjuanglah untuk kesejahteraan dan kemakmuran ala anda sendiri.  (Dan bukankah itu yang telah kita lakukan selama ini?)

Jika nanti anda harus memilih, setidaknya pilihlah mereka dengan program, yang remah kuenya dapat anda nikmati.

Selamat mencontreng!

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.