Mencari Jalan Menjadi Kaya?*
(Artikel Oleh : Trustdeenatha)
Backgound
Kemarin sore, iseng-iseng aku mampir ke gramedia, tuk sekedar melepaskan penat. Pengunjung terlihat begitu ramai, hampir-hampir tak ada lagi ruang yang kosong.
Mereka yang tengah mencari buku-buku tertentu, cuci mata, sekedar membaca gratis atau iseng-iseng sepertiku, bercampur menjadi satu.
Memenuhi lorong-lorong di antara rak-rak buku yang tersusun dengan rapi.
Sempat terlintas dalam benakku, apakah suasana sore kemarin, menandakan minat baca dan koleksi buku semakin meningkat?
Sebagai seseorang yang datang dengan iseng dan tengah mencari bacaan yang ringan, tentu saja aku tidak melulu berada pada satu bagian buku.
Aku berpindah-pindah, persis kutu loncat. Hingga kemudian berhenti pada sebuah meja yang berisi buku-buku tebal dengan judul “terlaris”.
Buku-buku yang selalu memuat kata “kaya” dalam setiap judulnya. Buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis ternama, penuh motivasi, konsep pemikiran, serta kiat-kiat tertentu yang mengajak semua orang untuk “sukses” dan menjadi “kaya” dalam hidupnya.
Saat tiba di rumah beberapa pertanyaan sederhana memenuhi kepala.
Beberapa pertanyaan sederhana yang sama untuk anda:
Apa arti kata “kaya” bagi anda? :)
Apa yang kemudian akan anda pikirkan, ketika anda mendengar, membaca atau mengucapkan kata “kaya” tersebut?.
Apa yang kemudian melintas di dalam benak anda sehubungan dengan kata “kaya”?
Hal-hal apa saja yang telah anda lakukan untuk menjadi “kaya” dalam versi anda saat ini?
Ketika seseorang diberikan sebuah pertanyaan tentang apa arti “kaya” bagi mereka, tentu saja jawaban yang diberikan akan berbeda-beda. Hal ini disebabkan persepsi, pengertian dan pemahaman seseorang atas kata “kaya” juga berbeda-beda.
Hal ini dapat dipahami lebih jauh, ketika terjadi sebuah perubahan makna, dimana kata “kaya” itu diletakkan baik di depan maupun dibelakang kata lain untuk membuat sebuah pengertian.
Sebagai contoh, apa yang dapat kita bayangkan ketika kata “kaya” didahului dan dipadankan dengan kata “orang”, sehingga menjadi kalimat pendek “orang kaya”. Kemudian apa yang dapat kita pahami ketika kata “kaya” diikuti oleh kata “ilmu”, sehingga menjadi “kaya ilmu”. Bagaimana pula pengertian yang dapat kita berikan dengan “kaya hati”, “kaya aksi”, “cukup kaya”, “kaya pengalaman” dan lain sebagainya.
Dengan demikian akan sangat tidak tepat jika asumsi umum yang sering dipakai atau dianut pada umumnya, menunjukkan bahwa kata “kaya” selalu di identikkan dengan kepemilikan harta benda. Akan lebih arif jika kata “kaya” dipergunakan untuk menunjukkan sesuatu yang lebih dari pada umumnya.
Kaya Itu Takdir atau Pilihan?
Jika saat ini ada seseorang berdiri dihadapan anda, kemudian ia bertanya kepada anda, dengan sebuah pertanyaan, “apakah seseorang yang“kaya” itu, menjadi “kaya” karena takdirnya atau karena pilihan hidupnya? Jawaban seperti apa yang akan anda berikan?
Pertanyaan di atas pernah aku lemparkan, saat aku menjadi seorang pembicara dadakan, dalam sebuah forum diskusi, yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi ekstrakampus.
Sebagai hasilnya, dari 40 orang peserta, 5 orang percaya bahwa “kaya” adalah takdir sesuai dengan garis telapak tangan, 9 orang percaya bahwa “kaya” itu adalah sebuah pilihan, dan sisanya memilih bahwa “takdir dan pilihan hidup” tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Meskipun pada sesi diskusi, terjadi perdebatan yang cukup sengit di antara para peserta, tentang takdir dan pilihan hidup itu, namun di akhir session itu, mereka memiliki pendapat dan keinginan yang sama, mereka semuanya ingin menjadi “kaya”, meskipun dengan paparan alasan yang berbeda-beda.
Pada kesempatan terakhir dalam perbincangan itu, aku menambahkan beberapa lagi alasan, mengapa seseorang hendaknya menjadi seseorang yang “kaya” dalam hidupnya.
Pertama, seseorang dihendaki untuk menjadi seseorang yang “kaya” dalam hidupnya, disebabkan “kaya” adalah amanah dari kehidupan.
Kedua, persiapan untuk menjadi seseorang yang “kaya”, sama sulitnya dan sama mudahnya dengan persiapan untuk menjadi seseorang yang “miskin”.
Dengan kata lain, kerumitan dan complicated permasalahan yang timbul sebagai akibat dari keingingan menjadi “kaya”, sama rumit dan complicatednya dengan memilih untuk menjadi seseorang yang “miskin”.
Ketiga, meskipun tidak selalu benar, fakta seringkali berbicara, bahwa orang yang “kaya” dapat melakukan berbagai hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang-orang yang “miskin”.
Anda setuju?
Mengapa mereka memberikan jawaban dan alasan yang berbeda?
Menurut hemat penulis, latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan, keyakinan dan lingkungan dimana seseorang itu tumbuh dan berkembang, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, pengertian dan pemahaman seseorang tersebut terhadap sebuah permasalahan, latar belakang inilah yang mendorong seseorang akan memilih jawaban A, B atau C.
Banyak Jalan Menuju Roma
Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju roma, demikian pula halnya dengan menjadi “kaya”. Meskipun terdapat banyak jalan, namun sedikit sekali orang yang menemukannya.
Jumlah mereka yang menemukan jalan menjadi kaya, secara factual memang jauh lebih sedikit, dibandingkan mereka yang memilih jalan hidup biasa-biasa saja. Hal tidak dikarenakan mereka yang memilih jalan yang biasa, lebih bodoh, ketimbang mereka yang menemukan jalan menjadi kaya.
Kebanyakan orang yang biasa-biasa saja, seringkali mempersalahkan lingkungan diluar dirinya, sebagai penyebab mereka tidak menjadi orang kaya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai orang-orang dengan pemikiran kerdil seperti ini. Sementara orang yang kaya selalu memperbaiki kualitas dirinya dari hari kehari. Bagi orang kaya, menimpakan kesalahan kemisikinan kepada orang lain dan lingkungan, adalah alasan yang sangat di cari-cari dan sangat tidak relevan.
Anda mungkin benar, jika anda terlahir sebagai anak dari seorang yang kaya, akan mempermudah anda untuk menemukan jalan kekayaan anda. Namun seringkali terjadi, mereka yang diwariskan kekayaan, tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan kekayaan yang diwariskan. Malah yang sering terjadi adalah dalam beberapa waktu tertentu, para pewaris-pewaris kekayaan ini, kembali kepada kehidupan semula. Biasa-biasa saja dan cenderung miskin.
Lagi pula, jika anda menjadi kaya sebab harta warisan, orang tidak akan mengapresiasikan hal tersebut secara gegap gempita. Orang-orang hanya tertarik untuk memberikan label durian runtuh kepada anda. Karena sejatinya anda bukanlah orang yang telah mengembangkan kekayaan tersebut, melainkan seseorang telah mewariskannya kepada anda. Anda tidaklah sama dengan pendahulu anda.
Langkah Untuk Memulai
Lalu, bagaimana menemukan jalan tersebut? Dimanakah jalan itu berada? Untuk memulai menemukan jalan tersebut, pertama-tama, saya merekomendasikan anda untuk membaca dua buah buku yang penuh inspirasi, yang ditulis oleh Robert T Kiyosaki: Rich Dad Poor Dad dan Cash Flow Quadrant.
Mengapa buku ini, saya rekomendasikan kepada anda dan menjadi layak untuk dibaca? Setidaknya terdapat dua alasan yang dapat saya kemukakan disini, pertama, kedua buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas, sederhana dan mudah dipahami, kedua buku ini melatih anda untuk mengembangkan pola pikir anda.
Mengembangkan pola pikir merupakan satu persoalan fundamental, yang hendaknya dilakukan, jika anda hendak menemukan jalan kekayaan dalam versi yang anda inginkan. Hal ini disebabkan karena pola pikir anda, akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap sikap anda dan bagaimana anda menjalani hidup.
Pola pikir positif akan melahirkan sikap yang positif begitu pula sebaliknya. Jika pola pikir anda saat ini biasa-biasa saja, tentu saja tidak mengherankan jika kehidupan yang anda jalani sekarangpun biasa-biasa saja.
Kedua, untuk memulai menemukan jalan tersebut, saya merekomendasikan anda, untuk mulai membuka mata, telinga dan hati anda dengan lebih seksama. Mulailah untuk melihat dan mendengarkan cerita-cerita kesuksesan yang berada disekitar anda dan rasakanlah.
Mulailah untuk melihat, mendengar dan merasakan kisah-kisah, mereka yang pada awalnya bermandikan keringat dan air mata, kemudian mampu mewujudkan cita-cita dan keinginannya satu demi persatu. Jangan terlalu jauh dengan melihat Donal Trump atau Bill Gates. Lihatlah terlebih dahulu dari orang-orang terdekat anda. Keluarga anda, sahabat-sahabat anda, pemilik rumah makan yang sering anda kunjungi pada saat anda makan siang, bos anda di kantor, atau siapun itu yang menurut anda terus-menerus mengalami perubahan-perubahan positif dalam hidupnya.
Belajar dan pelajarilah bagaimana mereka dapat melakukan hal-hal yang luar biasa itu, identifikasikan secara mendetail, tentang apa yang mereka lakukan dan apa yang tidak mereka lakukan, jadikan contoh dan tirulah mereka, jangan takut disebut sebagai plagiat, karena proses meniru adalah proses yang alamiah, setiap orang pasti melakukan proses peniruan-peniruan dan penjiplakan-penjiplakan di sepanjang usianya. Nah, yang tidak dilakukan oleh setiap orang itu adalah, menginovasi dan mengembangkan lebih baik lagi, apa-apa yang mereka tiru dan jiplak tersebut. Kebanyakan orang hanya meniru secara apa adanya, lalu melakukan pembatasan terhadap dirinya dan kreatifitasnya sendiri. Tanpa ada keinginan untuk menciptakan hal-hal yang autentik bersumber dari dirinya sendiri.
Contoh yang paling dekat dalam hal ini adalah “blog copy paste”, meskipun jumlah traffic pada blog tersebut ramai pengunjung, setujukah anda jika blogger seperti ini di kategorikan sebagai blogger sejati? J
Setelah memulai hal kedua tersebut, berjanjilah kepada diri anda sendiri untuk menjadi sukses dan kaya dalam versi anda saat ini
Hal ketiga yang saya sarankan kepada anda adalah mulailah untuk membuat dan mencatat daftar keinginan anda, cita-cita anda, harapan anda, mimpi-mimpi anda, tentang apa saja yang hendak anda capai dalam hidup anda yang singkat ini. Ingatlah bahwa satu hari itu adalah dua puluh empat jam. Tidak lebih dan tidak kurang. Genggamlah erat-erat cita-cta, harapan dan mimpi anda tersebut. Jangan biarkan seseorangpun mencurinya, termasuk anda sendiri.
Keempat, mulailah mendisain atau merancang “kendaraan” seperti apa yang dapat anda pergunakan untuk mencapai dan memenuhi 10 urutan teratas dari daftar keinginan anda yang paling utama, sepuluh lagi urutan dibawahnya dan beberapa lagi dibawahnya. Kendaraan ini penting mengingat umumnya orang hidup sebagai manusia hanya satu kali. Kalau dua kali namanya hantu.
Di usia kita yang singkat dan terbatas itulah kita membutuhkan kendaraan-kendaraan tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dimana kita membutuhkan percepatan-percepatan tertentu, untuk memenuhi daftar keinginan tersebut. Jika anda saat ini merupakan seorang employee, ada baiknya anda memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan intrapreneur. Jika saat ini anda adalah seorang self employe, tidaklah salah jika anda mencoba memasuki quadrant B. jika anda saat ini telah berada di kuadrant B (business) selamat untuk anda, mungkin bagi anda, saat ini anda hanya memerlukan diferensiasi dan diversifikasi usaha dan lahan investasi yang tepat untuk anda.
Nah, jika anda saat ini memilih untuk langsung melompat dan berada di quadran I (investor) saran saya sederhana, berkunjung dan bertanyalah kepada orang-orang yang tepat, para professional, yang memahami dengan sangat baik, bidang-bidang investasi di mana anda akan menjadi investornya.
Dalam memilih kendaraan untuk percepatan tersebut, secara pribadi saya sangat tidak menyarankan anda, untuk menggunakan fasilitas-fasilitas keramat, berkunjung ke goa-goa yang sepi, mengalap berkah, mencari penglarisan, ngepet dan lain sebagainya.
Saya juga menggarisbawahi dan sangat tidak menyarankan anda untuk menggunakan fasilitas-fasilitas negara untuk keperluan pribadi anda, menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada anda, melakukan korupsi dan manipulasi serta segala hal yang bertentangan dengan kaidah-kaidah good governance dan clean government.. hanya untuk kendaraan yang cepat itu.
Kelima, temukan, optimalkan dan maksimalkan kekuatan-kekuatan dahsyat yang saat ini tengah tidur di dalam diri anda. Berdialoglah dengan diri anda dan percayalah bahwa hanya di dalam diri anda lah sumber-sumber kekayaan utama itu berada.
Keenam, mulailah secara perlahan-lahan dan kontinyu memahami konsep iman, ilmu dan amal, ketiga konsep ini merupakan alarm dan antivirus pribadi anda yang akan terus meminta update terbaru dari anda, yang akan senantiasa melindungi anda, termasuk dari virus diri anda sendiri.
Keenam, Action. Mulailah segera untuk melakukan kerja-kerja dan usaha-usaha nyata. Mulailah dari sekarang, mulailah dari hal-hal yang kecil dan anda anggap mudah.
Terakhir, banyak orang menemukan jalan, tapi sedikit sekali yang benar-benar menempuhnya dan melewatinya, menjadikan mereka berhasil, sukses dan kaya dalam hidupnya. Salam Trustdeenatha.
*artikel ini telah dipublikasikan sebelumnya di trustdeenatha.blogspot .com, dan mengalami beberapa perbaikan di sana-sini dan mungkin akan diperbaiki lagi, smoga bermanfaat J