Lewati navigasi

Arsip Tag: SBY

Indonesia, 25 Mei 2009.

Kepada Yth

Seluruh Calon Presiden Indonesia.

Di mana saja berada.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan banyak kebaikan, jalan serta kemudahan kepada salah satu diantara kalian untuk dapat menjalankan ujian mengurus lebih dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia.

Dan semoga pada saatnya nanti mayoritas masyarakat Indonesia akan memberikan mandat, amanah dan kedaulatan kepada salah seorang di antara kalian, untuk menjadi seorang pemimpin yang layak.

Sehingga dapat menjadi suri tauladan tidak hanya lokal tetapi juga interlokal.

Calon Presiden Indonesia Yang Terhormat,

Dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa waktu kemudian, hingga nanti salah seorang di antara kalian terpilih, bangsa ini setidaknya akan terpecah menjadi lima poros.

Poros pertama adalah poros JK-Win, Poros kedua adalah poros SBY Berbudi, Poros ketiga adalah poros Mega Pro, Poros keempat adalah poros netral dan poros terakhir adalah poros Golput.

Setelah nanti salah seorang di antara kalian terpilih menjadi RI 1, maka komposisi lima poros setidaknya akan berubah menjadi tiga poros besar, yaitu poros partai koalisi pemenang pilpres, poros partai koalisi yang kalah pilpres, dan terakhir adalah poros rakyat, yang segera, sesaat setelah salah seorang di antara kalian diumumkan menjadi pemenang, akan kembali bersatu utuh, tak peduli yang menang itu yang ganteng atau yang cantik.

Bagi poros yang tersebut terakhir ini, siapapun pemimpinnya yang terpenting adalah apakah dia yang terpilih itu, merupakan seseorang yang menepati janji atau seorang pengingkar janji.

Seseorang yang bertanggung jawab terhadap kata-kata atau hanya seorang yang penuh retorika. Seorang yang mengambil tanggungjawab atau pelempar tanggungjawab.

Seseorang yang siap untuk menjadi bemper rakyat atau hanya seseorang yang menjadikan rakyat sebagai alas kaki  dari sepatu yang mengkilap.

Karena bagaimanapun adilnya menurutmu, rakyat sesungguhnya tidak begitu peduli dengan bagi-bagi kekuasaan yang akan kalian lakukan, bagi-bagi kabinet, serta bagi-bagi yang lainnya itu. Karena yang demikian itu sesungguhnya adalah hadiah sayembara yang diberikan rakyat secara cuma-cuma kepada kalian.

Dan sebagaimana telah kalian ketahui dan sadari, rakyat akan kembali menjadi  penonton lakon.

Pemuji sekaligus pencemooh.

Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah.

Penonton dengan keinginan-keinginan dan mimpi-mimpi sederhana untuk kalian wujudkan

Apakah keinginan-keinginan dan mimpi-mimpi  rakyat yang sederhana itu?

Tentu saja bukan BLT bung!

Bukan BBM yang turun tiga kali tapi harga-harga barang masih juga mahal.

Bukan pula kata-kata lebih cepat seperti kilat

Bukan  juga ingin dan mimpi untuk di panggil dengan sebutan penuh cinta “wong cilik” yang kesohor itu.

Agar kalian ketahui…

Keinginan dan mimpi rakyat yang sederhana itu ialah menjadi warga negara yang disegani dan dihormati dalam setiap pergaulan internasional, dimanapun dan kapanpun.

Keinginan dan mimpi rakyat yang sederhana itu ialah melihat negaranya, benderanya,  para pemimpinnya dan pemerintahan yang dijalankannya, disegani dan dihormati dalam setiap pergaulan internasional, dimanapun dan kapanpun juga.

Keinginan dan mimpi rakyat Indonesia itu sederhana.  1US$ sama dengan 1Rp. Itu saja.

Nah, mengenai hal-hal dan bagaimana caranya agar mimpi dan keinginnan rakyat itu dapat terwujud, tentu saja  menjadi tugas anda sebagai presiden terpilih untuk memikirkannya.

Karena tentu saja, rakyat tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal yang kecil seperti itu.

Sehingga perlu dipertegas dan agar kalian ketahui, sebagian besar waktu rakyat telah habis untuk memikirkan persoalan-persolan besar dan rumit lainnya, seperti;  memikirkan cara mendapatkan pekerjaan yang layak, memikirkan kenaikan upah kerja, memikirkan kena PHK atau tidak, memikirkan kecukupan biaya kehidupan rumah tangga, memikirkan kecukupan biaya pendidikan, memikirkan kecukupan biaya kesehatan, memikirkan kecukupan waktu untuk tidur dan beristirahat, serta berjuta pikiran lainnya, yang akan membuat kalian segera bosan mendengarkannya. Dengan kata lain rakyat sibuk dan banyak urusan.

Sehingga adalah wajar jika rakyat memberikan mandatnya dan memilih salah satu diantara kalian untuk  mewakili rakyat menjalankan tugas-tugas kenegaraan dan pemerintahan itu.

Pada akhirnya sebuah catatan yang hendaknya seantiasa kalian ingat.

Rakyat adalah penonton lakon. Pemuji sekaligus pencemooh. Yang akan mencatatkan nama kalian pada lembar sejarah. Dengan tinta emas atau tinta merah.

Demikianlah hal ini disampaikan atas perhatiannya di ucapkan terimakasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.